<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419</id><updated>2012-02-16T03:21:39.790-08:00</updated><title type='text'>'</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-1074044942173387695</id><published>2009-08-30T09:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T10:28:47.381-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Pada Anak Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SpqvSOVLaqI/AAAAAAAAAG0/WAHWbc0UJSo/s1600-h/berani+dan+mandiri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SpqvSOVLaqI/AAAAAAAAAG0/WAHWbc0UJSo/s200/berani+dan+mandiri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375801832839539362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kiat Melatih Anak Agar Berani dan Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Seperti kita ketahui banyaknya manfaat jika &lt;strong&gt;anak kita berani dan mandiri&lt;/strong&gt;, dan tapi bagaimana caranya agar anak berani dan mandiri? di tulisan ini kita coba membahas &lt;strong&gt;kiat melatih anak berani dan mandiri&lt;/strong&gt;. Sebelumnya kita perlu memahami bahwa untuk melatih berani dan mandiri itu harus berjalan secara simultan, dan &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/10/30/9-hal-yang-harus-diketahui-setiap-orang-tua/" title="9 Hal yang harus diketahui setiap orang tua"&gt;&lt;strong&gt;orang tua&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; sebagai &lt;strong&gt;pelatih &lt;/strong&gt;harus menyadari juga bahwa semuanya itu &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/12/04/bahan-untuk-kembangkan-kreativitas-anak/" title="Bahan untuk kembangkan kreativitas anak"&gt;&lt;strong&gt;tidak bisa instan&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, memerlukan proses dan waktu. Nah apa yang harus dilakukan untuk melatih tersebut; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Menumbuhkan “basic trust”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap bayi sebenarnya sudah memiliki &lt;strong&gt;basic trust&lt;/strong&gt;, tetapi ketika dia balita sebaiknya orang tua sepatutnya &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/11/12/10-cara-berkomunikasi-dengan-anak/" title="10 Cara Berkomunikasi Dengan Anak"&gt;memberikan &lt;/a&gt;respon positif atas kebutuhan si anak. Hal ini dapat meningkat perasaan “&lt;strong&gt;trust&lt;/strong&gt;” dari si balita dan balita pun akan merasa aman juga didalam kehidupannya. Nah dengan perasaan &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/09/18/tanda-anak-berbakat/" title="Tanda Anak Berbakat"&gt;aman/secure&lt;/a&gt;, balita pun akan lebih berani didalam menghadapi tantangan yang ada dihadapannya. &lt;strong&gt;Mandiri &lt;/strong&gt;pun akan ikut terbentuk juga ketika menyelesaikan persoalannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Memberikan “tanggungjawab” atau kepercayaan kepada anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat/merasa anak kita melakukan sesuatu yang kita rasa dia mampu melakukannya, sebaiknya kita memberi kesempatan kepada dia untuk melakukannya sendiri. Misal ketika dia selesai makan dan ingin meletakkan piringnya di tempat cucian, kita bisa memberi kesempatan itu kepada dia dan jangan melarangnya jika kita merasa dia mampu serta jangan terlalu risau juga (contoh takut pecah karena harganya mahal). Memberi kesempatan dan kepercayaan kepada dia seperti itu dapat &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/10/12/respon-emosi-anak/" title="Respon Emosi Anak"&gt;membuat &lt;/a&gt;anak &lt;strong&gt;berani dan mandiri&lt;/strong&gt; juga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Memberi contoh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak akan selalu &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/10/17/kecerdasan-anak-antara-televisi-dan-orang-tua/" title="Kecerdasan Anak Antara Televisi dan Orang Tua"&gt;mencontoh&lt;/a&gt;, hal ini juga berlaku ketika kita ingin anak berani dan mandiri. Jika orang tua memiliki kepribadian yang tertutup misal tidak suka melakukan hal-hal yang baru, takut menghadapi tantangan sebaiknya tidak untuk terlalu mengharapkan &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/09/19/eq-bayi-bisa-dipengaruhi-oleh-sikap-ayahnya/" title="EQ Bayi Dipengaruhi oleh Sikap Ayahnya"&gt;balitanya &lt;/a&gt;tumbuh dengan memiliki kepribadian berani dan mandiri. Misal kita ingin anak belajar berenang sedangkan orang tua-nya sendiri takut masuk air, hal ini tentu akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Dengan memberi contoh yang konkret kepada anak, anak akan memahaminya dan semakin mudah dia menirunya. Namun jika orang tua tidak atau belum bisa memberi contoh yang &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2009/02/16/kiat-mengenalkan-identitas-diri/" title="Kiat Mengenalkan Identitas Diri"&gt;konkret &lt;/a&gt;kepada anak, sebaiknya jangan menunjukkan “&lt;strong&gt;ketakutan&lt;/strong&gt;” dan “&lt;strong&gt;ketidakmandirian&lt;/strong&gt;” kepada si anak, baik secara langsung atau tidak langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Jangan memaksa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Semua yang kita lakukan untuk melatih keberanian dan kemandirian anak memerlukan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.f-buzz.com/2009/02/05/melatih-disiplin-pada-anak/" title="Melatih Disiplin Pada Anak"&gt;waktu dan proses&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, hal itu dapat berkembang secara perlahan sehingga jangan kita memaksa si anak untuk menguasai segala hal yang diajarkan pada saat itu juga. Misal melatih anak untuk selalu bangun tidur langsung mandi, jangan memaksa anak saat itu juga untuk menguasai hal tersebut, perlu beberapa hari hingga lancar. Orang tua selalu dampingi dan mengingatkan si anak untuk melakukan hal yang benar tersebut. Tetapi perlu diingat agar jangan terlalu sering/keras mengkritik si anak karena hal itu akan membuat nyali/keberanian si anak akan turun/down.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Jangan terlalu membebani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa tahapan yang bisa dilalui oleh si anak adalah berkembang secara bertahap, sehingga stimulus yang diberikan kepada si anak harus disesuaikan juga dengan perkembangan si anak. Jika terlalu banyak stimulus akan membuat si anak bingung dan akan kehilangan keberanian untuk melakukan &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/10/05/mengapa-anak-memiliki-kebiasaan/" title="Mengapa Anak Memiliki Kebiasaan"&gt;sesuatu&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Menetapkan batasan dengan tepat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita tetap harus memberi batasan apa yang boleh dilakukan oleh anak kita, tetapi larang yang diberikan itu harus dapat disertai dengan alasan yang logis. Misal ketika si anak melatih keberaniannya dengan bermain di luar teras rumah, sepatutnya orang tua tidak menakut-nakuti si anak dengan hal-hal yang tidak bisa difahami/logis oleh si anak, contohnya mengatakan s anak akan diganggu hantu atau digigit anjing, dan sebagainya. &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2008/12/23/rasa-takut-pada-balita/" title="Rasa Takut Pada Balita"&gt;&lt;strong&gt;Ketakutan &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;tersebut akan ditangkap oleh &lt;a href="http://www.f-buzz.com/2009/01/18/perkembangan-otak-di-awal-awal-tahun/" title="Perkembangan Otak di Awal-Awal Tahun"&gt;&lt;strong&gt;otaknya &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;sebagai kenyataan yang benar dan si anak pun akan tidak berani keluar dari teras rumahnya, akhirnya akan mempengaruhi &lt;strong&gt;keberanian dan kemandirian&lt;/strong&gt; dia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-1074044942173387695?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/1074044942173387695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/08/pendidikan-pada-anak-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/1074044942173387695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/1074044942173387695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/08/pendidikan-pada-anak-kita.html' title='Pendidikan Pada Anak Kita'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SpqvSOVLaqI/AAAAAAAAAG0/WAHWbc0UJSo/s72-c/berani+dan+mandiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-2267230143618717014</id><published>2009-05-02T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T01:45:31.456-07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN ANAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sf1Ya1-G7fI/AAAAAAAAAGk/mLFzA8AhYRI/s1600-h/images2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sf1Ya1-G7fI/AAAAAAAAAGk/mLFzA8AhYRI/s200/images2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331514752063958514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ketika-sang-buah-hati-beranjak-dewasa.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Ketika Sang Buah Hati Beranjak Dewasa (1)"&gt;Ketika Sang Buah Hati Beranjak Dewasa (1)&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Bahagia dan suka cita terasa lengkap ketika sosok mungil lahir ke dunia. Tetesan air mata bahagia kadang tak kuasa tertahan, mengingat perjuangan berat yang dialui untuk mengantarkannya ke pangkuan. Setelah menanti begitu lama, akhirnya kebahagiaan sebagai orang tua seolah telah begitu sempurna. Anak merupakan anugerah sekaligus titipan dari Allah kepada orang tua. Banyak orang mengusahakan berbagai cara untuk mendapatkan anak. Anak adalah sumber kebahagiaan, sebagai tempat mencurahkan kasih sayang dan tambatan hati di masa tua.&lt;span id="more-183"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Hari demi hari, sosok mungil yang ada dulu berada dalam buaian itu, akan tumbuh menjadi sosok yang lincah dan mulai muncul dalam hati mereka perhatian terhadap penampilan dirinya dan lawan jenisnya. Tumbuh dalam diri mereka rasa suka atau syahwat yang disebut dengan masa pubertas sehingga saat itu segala perbuatan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam sangat memperhatikan masalah pembinaan dan pendidikan anak. Oleh karena itu, sungguh sangat memprihatinkan ketika ada orang tua yang mengabaikan pendidikan anaknya dan menyerahkannya pada lembaga-lembaga seperti sekolah, terlebih sekolah-sekolah umum yang minim sentuhan agama. Salah satu hal yang banyak menjadi pertanyaan bagi sebagian orang tua adalah bagaimana cara yang tepat untuk memberikan pendidikan seksual kepada anak? Maka kita dapat menengok kepada teladan kita yang mulia, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tentang rambu-rambu yang telah beliau ajarkan kepada para orang tua muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="Ketika Sang Buah Hati Beranjak Dewasa" href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ketika-sang-buah-hati-beranjak-dewasa.html" target="_self"&gt;&lt;strong&gt;Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Pendidikan Seksual kepada Anak?&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendidikan seksual pada anak tidak selalu identik dengan masalah reproduksi sebagaimana yang diterjemahkan oleh sebagian orang. Pendidikan seksual dapat diberikan sejak usia dini, yaitu sejak masa bayi. Sangat sedikit orang tua yang menyadari bahwa mereka telah mulai melakukan penggolongan seks terhadap bayi mereka, seperti menentukan warna pink untuk selimut, popok atau pernak-pernik bayi perempuan, dan warna biru untuk bayi laki-laki. Mereka juga mengatur kamar bayi dan memberikan mainan-mainan sesuai dengan jenis kelamin anak. Lambat laun, anak-anak akan mulai belajar mengidentifikasi dan menyesuaikan perilakunya dengan peran seksual yang diberikan oleh orang tuanya serta lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awal masa kanak-kanak, anak mulai tertarik dengan masalah di sekitarnya. Tidak jarang muncul pertanyaan-pertanyan yang mungkin agak mengundang kebingungan orang tua seperti, “Ummi, dari mana adik muncul?”. Mereka akan mulai bertanya-tanya tentang hal tersebut sedangkan orang tua diharapkan mampu memberi jawaban yang tepat. Jawaban yang tepat bagi anak bukanlah jawaban abstrak atau jawaban yang memutar-mutar. Banyak pula orang tua yang kebingungan dan merasa malu menghadapi pertanyaan anak sehingga memilih untuk menolak menjawabnya atau mengalihkan perhatian anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai ibu, sesungguhnya ini adalah perkembangan wajar yang dialami oleh sang buah hati yang menunjukkan perhatian mereka terhadap hal-hal yang ada di sekitar mereka. Anak bertanya untuk memuaskan perasaan ingin tahu mereka, sehingga hendaknya orang tua menjawab pertanyaan mereka secara sederhana dan tanpa kebohongan. Maka jawablah pertanyaan itu semisal,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Adik lahir dari perut ummi, seperti ibu kucing melahirkan anaknya.”&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Janganlah menahan rasa ingin tahunya karena lebih berbahaya apabila si kecil mencari tahu kepada selain kita dan mungkin ia justru mendapatkan informasi yang salah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="Ketika Sang Buah Hati Beranjak Dewasa" href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ketika-sang-buah-hati-beranjak-dewasa.html" target="_self"&gt;&lt;strong&gt;Ketika Anakku Telah Baligh&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memasuki usia pubertas atau baligh memang bukan sesuatu yang mudah bagi anak. Mereka akan merasa bingung, gelisah, takut dan cemas dengan berbagai perubahan yang mereka alami. Perubahan yang paling menggelisahkan bagi anak adalah perubahan fisik. Terdapat dua tanda ketika anak telah memasuki masa baligh:&lt;/p&gt; &lt;dl&gt;&lt;dt&gt; 1. Ihtilam, yaitu keluarnya mani baik karena mimpi maupun hal lainnya.&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُواكَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan apabila anak-anakmu telah sampai hulm (ihtilam), Maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”&lt;/em&gt; (Qs. An-Nuur [24]: 59)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Maghribi bin As-Said Al-Maghribi menukil hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud (12/78/4380) dan At-Tirmidzi (1423), dari ‘Ali &lt;em&gt;radhiallahu’anhu&lt;/em&gt; dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Diangkat pena (tidak dikenakan kewajiban) pada tiga orang; orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga ihtilam dan orang gila hingga berakal.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits tersebut menunjukkan bahwa ihtilam merupakan salah satu sebab dikenakannya kewajiban syari’at terhadap seseorang dan akan mulai dihisabnya seluruh amal perbuatan yang dilakukannya ketika telah mencapai masa tersebut.&lt;/p&gt; &lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;2. Tumbuhnya Rambut Kemaluan&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;Al-Maghribi bin As-Said Al-Maghribi juga menukilkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i (Sunan, 2450), Al-Baihaqi (Al-Kubra, 19155) dan Imam Ahmad (Musnad, 21532) dari ‘Athiyyah &lt;em&gt;radhiallahu’anhu&lt;/em&gt;, &lt;p&gt;&lt;em&gt;” Kami dihadapkan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pada hari Quraizhah (yaitu peristiwa pengkhianatan Bani Quraizhah), di situ orang yang telah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, sedang orang yang belum tumbuh dibiarkan. Aku adalah orang yang belum tumbuh, maka aku dibiarkan.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits tersebut menunjukkan bahwa tumbuhnya bulu kemaluan merupakan tanda baligh-nya seseorang yaitu telah dibebankan hukum syari’at kepadanya, sehingga orang-orang dari Bani Quraizhah yang telah tumbuh bulu kemaluannya berhak dibunuh karena mereka telah mengkhianati Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu’alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Qayyim Al-Jauziah -&lt;em&gt;rahimahullahu Ta’alaa&lt;/em&gt;- dalam &lt;cite&gt;Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud&lt;/cite&gt; halaman 210 yang dikutip oleh Al-Maghribi bin As-Said Al-Maghribi, menjelaskan tentang bolehnya melihat aurat orang lain jika diperlukan untuk mengetahui baligh tidaknya seseorang serta untuk kebutuhan mendesak lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanda-tanda baligh bagi anak perempuan sama seperti anak laki-laki, namun terdapat tanda khusus yang tidak dialami oleh anak laki-laki yaitu haidh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila anak telah mencapai hulm atau ihtilam maka ia telah sampai pada usia taklif yaitu telah wajib baginya mengerjakan ibadah dan seluruh amalan wajib yang ditentukan syari’at. Adapun usia-usia sebelum masa ihtilam, perintah hanya merupakan pengenalan serta pembiasaan bagi anak agar mereka mencintai syari’at ini.&lt;/p&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt; &lt;p&gt;Maraji’:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;cite&gt;Kaifa Turrabi Waladan&lt;/cite&gt; karya Al-Maghribi bin As-Said Al-Maghribi (ed. terjemah: &lt;cite&gt;Begini Seharusnya Mendidik Anak&lt;/cite&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;cite&gt;Ifham Tiflaka Tanjah fii Tarbiyatihi&lt;/cite&gt; karya Adil Fathi Abdullah (ed. terjemah: &lt;cite&gt;Knowing Your Child&lt;/cite&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel &lt;a title="Ketika Sang Buah Hati Beranjak Dewasa" href="http://muslimah.or.id/akhlaq/ketika-sang-buah-hati-beranjak-dewasa.html" target="_self"&gt;muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-2267230143618717014?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/2267230143618717014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/05/pendidikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/2267230143618717014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/2267230143618717014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/05/pendidikan-anak.html' title='PENDIDIKAN ANAK'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sf1Ya1-G7fI/AAAAAAAAAGk/mLFzA8AhYRI/s72-c/images2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-3811298247479167028</id><published>2009-04-16T10:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T00:37:58.421-07:00</updated><title type='text'>Pahami Anak Sebagai Individu Yang Berbeda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sf1BWJpeO1I/AAAAAAAAAGc/0dOLpjW0K4c/s1600-h/sayang+anak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sf1BWJpeO1I/AAAAAAAAAGc/0dOLpjW0K4c/s200/sayang+anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331489382679329618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h2 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:2; 	font-size:18.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h2 style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kiat Memperlakukan Buah Hati&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;Oleh: Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;- Pahami anak sebagai individu yang berbeda. Seorang anak dengan yang lainnya memiliki karakter yang berbeda. Memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Karenanya, dalam menyerap ilmu dan mengamalkannya berbeda satu dengan yang lainnya. Sering terjadi kasus, terutama pada pasangan muda, orangtua mengalami “sindroma” anak pertama. Karena didorong idealisme yang tinggi, mereka memperlakukan anak tanpa memerhatikan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak. Misal, anak dipompa untuk bisa menulis dan membaca pada usia 2 tahun, tanpa memerhatikan tingkat kemampuan dan motorik halus (kemampuan mengoordinasikan gerakan tangan) anak.&lt;span id="more-105"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (At-Taghabun: 16)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;“Apabila aku melarangmu dari sesuatu maka jauhi dia. Bila aku perintahkan kamu suatu perkara maka tunaikanlah semampumu.” (HR. Al-Bukhari, no. 7288)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;Kata &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;مَا اسْتَطَعْتُمْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; (semampumu) menunjukkan kemampuan dan kesanggupan seseorang berbeda-beda, bertingkat-tingkat, satu dengan lainnya tidak bisa disamakan. Ini semua karena pengaruh berbagai macam latar belakang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;- Memberi tugas hendaklah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;- Berusahalah untuk selalu menghargai niat, usaha dan kesungguhan anak. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tapi Allah melihat kepada hati (niat) dan amal-amal kalian.” (HR. Muslim no. 2564)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;Jangan mencaci maki anak karena kegagalannya. Tapi berikan ungkapan-ungkapan yang bisa memotivasi anak untuk bangkit dari kegagalannya. Misal, “Abi tidak marah kok, Ahmad belum hafal &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Yasin. Abi tahu, Ahmad sudah berusaha menghafal. Lain kali, kita coba lagi ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p face="arial"&gt;- Tidak membentak, memaki dan merendahkan anak. Apalagi di hadapan teman-temannya atau di hadapan umum. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (An-Nisa`: 5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Tidak membuka aib (kekurangan, kejelekan) yang ada pada anak di hadapan orang lain. Dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Barangsiapa menutup (aib) seorang muslim, Allah akan menutup (aib) dirinya pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari no. 2442)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Jika anak melakukan kesalahan, jangan hanya menunjukkan kesalahannya semata. Tapi berilah solusi dengan memberitahu perbuatan yang benar yang seharusnya dia lakukan. Tentunya, dengan cara yang hikmah. ‘Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;كُنْتُ غُلَامًا فِي حِجْرِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صلى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;الله عليه وسلم: يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;مِمَّا يَلِيْكَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Saat saya masih kecil dalam asuhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya menggerak-gerakkan tangan di dalam nampan (yang ada makanannya). Lantas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasihatiku, ‘Wahai ananda, sebutlah nama Allah (yaitu bacalah Bismillah saat hendak makan). Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang ada di sisi dekatmu’.” (HR. Al-Bukhari no. 5376)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Tidak memanggil atau menyeru anak dengan sebutan yang jelek. Seperti perkataan: “Dasar bodoh!” Ini berdasarkan hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ بِخَيْرٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Janganlah kalian menyeru (berdoa) atas diri kalian kecuali dengan sesuatu yang baik. Karena, sesungguhnya malaikat akan mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan.” (HR. Muslim no. 920)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Perbanyak ucapan-ucapan yang mengandung muatan doa pada saat di hadapan anak. Seperti ucapan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Semoga Allah memberkahi kalian.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (Al-Baqarah: 83)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Juga selalu mendoakan kebaikan bagi sang anak, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’.” (Al-Furqan: 74)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Berusahalah untuk senantiasa berlaku hikmah dalam menghadapi masalah anak. Tidak mengedepankan emosi. Tidak mudah menjatuhkan sanksi. Telusuri setiap masalah yang ada pada anak dengan penuh hikmah, tabayyun (klarifikasi). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.” (Al-Baqarah: 269)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Berusahalah bersikap adil terhadap anak-anak dan berbuat baik kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span dir="rtl"&gt;يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (An-Nahl: 90)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;- Hindari sikap-sikap dan tindakan yang menjadikan anak mengalami trauma, blocking (mogok), malas atau enggan belajar. Sebaliknya, ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، بَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;“Permudah dan jangan kalian persulit. Gembirakan, dan jangan kalian membuat (mereka) lari.” (HR. Al-Bukhari no. 69)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Sumber: www.asysyariah.com)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-3811298247479167028?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/3811298247479167028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/04/pahami-anak-sebagai-individu-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/3811298247479167028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/3811298247479167028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/04/pahami-anak-sebagai-individu-yang.html' title='Pahami Anak Sebagai Individu Yang Berbeda'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sf1BWJpeO1I/AAAAAAAAAGc/0dOLpjW0K4c/s72-c/sayang+anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-4623905902701155845</id><published>2009-03-16T17:05:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T18:05:39.346-07:00</updated><title type='text'>Kecerdasan Pada Anak kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sb7xFzsH1vI/AAAAAAAAAGE/kOkBRZ3pU5Y/s1600-h/anak+cerdas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sb7xFzsH1vI/AAAAAAAAAGE/kOkBRZ3pU5Y/s200/anak+cerdas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313949692420675314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Lebih Cerdas Daripada Yang Diduga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;TAHU tidak? Anak kita itu lebih cerdas daripada yang kamu duga!. Cerdas itu lebih dari sekedar meraih peringkat yang baik serta nilai ujian yang baik di sekolah. Cerdas itu lebih dari sekedar pandai membaca, cepat memecahkan soal matematika dan menghafal. Cerdas itu lebih dari sekedar mempunyai Intellingence Quotient (IQ) tinggi. Psikolog (baca; sikolog) bernama Dr. Howard Gardner memelajari bagaimana anak-anak serta orang dewasa belajar. Ia menemukan ternyata ada berbagai indikator kecerdasan. Umpamanya, kamu bisa Cerdas dalam musik, bisa Cerdas Memahami Sesama dan bahkan bisa Cerdas Memahami Alam. Teori itu disebut oleh Dr. Howard Gardner sebagai Teori Multipel Intelijensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pragraf di atas dituangkan Interaksara mengakhiri kupasan buku 'Kamu itu Lebih Cerdas daripada yang Kamu Duga' yang ditulis oleh Thomas Armstrong, Ph. D dengan judul buku aslinya 'You're Smarter Than You Think'. Dengan teori ini Gardner mulai mengubah bagaimana para guru mengajar di sekolah-sekolah di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Howard Gardner menemukan paling tidak 9 (sembilan) macam kecerdasan, yaitu kecerdasan bahasa, kecerdasan musik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan ruang, kecerdasan tubuh-kinestetik, kecerdasan antarpribadi, kecerdasan intrapribadi, kecerdasan naturalis dan eksistensial (Armstrong, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba menarik benang merah (baca; merefleksikan) tiga paragraf di atas, beberapa pertanyaan muncul dalam benak penulis. Apakah kita masih berpegang teguh bahwa hanya dengan mengandalkan satu macam kecerdasan saja kita akan sukses dalam pertarungan hidup ini? Apakah orang tua akan marah kalau anaknya yang rajin belajar lalu ditambahnya rajin berolahraga atau bernyanyi/latihan band? Apakah sekolah perlu mengembangkan pendidikan yang membelajarkan sembilan macam kecerdasan tersebut? Bagaimana sikap kita, terlebih sebagai pendidik, terhadap kenyataan bahwa ternyata kecerdasan bukan hanya logis-matematis dan bahasa? Apakah perlu kita mengembangkan kecerdasan lain di luar kecerdasan logis-matematis dan bahasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang beranggapan bahwa mengetahui IQ melalui tes IQ merupakan cara yang terbaik untuk menakar kecerdasan seseorang. Tes IQ untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang telah digunakan paling tidak selama 100 tahun terakhir. Yang dilakukan saat tes IQ yaitu memecahkan soal-soal matematika, mendefinisikan kata-kata, menciptakan rancangan-rancangan, mengulang angka-angka dalam ingatan dan menyelesaikan tugas-tugas lainnya.&lt;br /&gt;Padahal, tes IQ tidak sesempurna orang yang di tes IQ tersebut. Mengapa? Karena 1) banyak sekali kecerdasan yang belum dikenali oleh tes IQ, 2) tes IQ tidak dapat meramalkan apa pekerjaan yang cocok setelah besar nanti, 3) tes IQ tidak dapat meramalkan ketercapaian cita-cita, 4) tes IQ hanya memerhatikan bagian besar dari kepandaian bidang kata-kata atau angka-angka dan 5) tes IQ mengabaikan kecerdasan lainnya, seperti musik, seni, alam, eksistensi dan hubungan antarsesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Menyikapi fakta bahwa terdapat berbagai macam kecerdasan tersebut, maka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;sekolah sebenarnya telah menjangkau hal ini, buktinya bahwa terdapat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;beragam pelajaran yang disuguhkan untuk murid. Paul Suparno dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;bukunya "Teori Inteligensi Ganda dan Aplikasinya di Sekolah",&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;menyebutkan bahwa untuk mengajarkan kecerdaan bahasa terdapat pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Bahasa, IPS, Sejarah, Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Untuk membelajar Matematis-Logis terdapat pada Matematika, IPA dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Ekonomi. Membelajarkan murid akan kecerdasan ruang ada pelajaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;menggambar. Untuk meninggikan kecerdasan tubuh-kinestetis pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Meninggikan kecerdasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;musikal murid ada Seni Budaya. Untuk mengasah kecerdasan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;terdapat mata pelajaran Biologi. Untuk menajamkan kecerdasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;intrapribadi, interpribadi dan eksistensial terdapat pengembangan diri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Jadi, sebenarnya sekolah formal sudah melaksanakan pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;multiple intelijensi ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Permasalahan yang terjadi adalah kadang kita kurang menyadari hal ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Menganggap pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;dan IPA yang lebih penting, tinibang pelajaran di luar itu. Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Ada banyak alasan, misalnya untuk menyiapkan murid menghadapi ujian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;nasional. Akhirnya, anak yang tadinya mencintai pelajaran olahraga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;(karena cita-citanya ingin menjadi atlet) atau yang suka latihan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;band/suka karaokean di rumah disela-sela kerajinannya belajar, eh malah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;dimarahi/diomelin oleh orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;"Ngapain lu suka latihan band/karaokean atau sering latihan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;basket/voli/olahraga lainnya, kan itu tidak menjamin masa depanmu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;mendingan kamu les bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Fisika atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Ekonomi". "Gih pergi les, cepat-cepat!!!". "Ngapain sih piano, gitar,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;nyanyi pake les segala?". "Ndak ada gunanya tu". Pelajaran itu kan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;tidak di-UN-kan!. "Ntar tidak lulus ujian ibu/bapak yang malu". Itulah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;sederetan celotehan ibu/bapak melihat anaknya tidak mau pergi les.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Celoteh ibu/bapak tersebut mencerminkan terjadinya paradoks terhadap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;kecerdasan anak (murid).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Hemat penulis, sikap kita sebagai orang tua, yaitu memberikan bimbingan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;yang toleran terhadap anak, biarkan dia berkembang dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;bakat/talentanya. Tugas orang tua adalah memberikan arahan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;pertimbangan baik/buruk suatu kegiatan dan memberikan peringatan jika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;si anak sudah berada di luar jalur 'rel' sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Lalu, tugas guru di sekolah, yaitu guru/staff dan yang lainnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;berikanlah pengertian yang cukup, penjelasan yang maksimal dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;dampingan intensif kepada muridnya. Ingatkan bahwa manusia itu unik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;yang memiliki banyak kecerdasan. Murid sebenarnya dapat mempelajari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;semua pelajaran dengan baik. Cuman, caranya yang perlu dikatahui. Sudah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;selayaknya sekolah membimbing murid mengenai bagaimana mempelajari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;sesuatu. Guru dapat meracik pembelajaran yang menyentuh kedirian setiap&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;murid dan menjangkau semua kecerdasan dominan, agar setiap potensi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;kecerdasan ditinggikan semuanya. Sadarkan murid bahwa tidak ada satupun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;orang/murid/anak yang bodoh alias semuanya cerdas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Libatkan mereka dalam pembelajaran (gunakan aroma pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;konstruktivisme), gali sebanyak mungkin informasi dari murid, gunakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;mereka sebagai sumber belajar, jadikan murid sebagai 'guru' bagi murid&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;yang lainnya, sehingga kita mempertegas peran kita adalah sebagai guru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;(master) sekaligus fasilitator dan mediator pembelajaran. Guru di kelas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;diharapkan dapat menciptakan suasanan pembelajaran yang menyenangkan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;inpiratif, inovatif, komunikatif dan memberdayakan murid. Angkat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;setinggi-tingginya kecerdasan majemuk murid agar mereka sanggup&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;menyongsong tantangan (misalnya Ulangan, Ujian Sekolah/Nasional) kini,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;esok maupun kelak ketika mereka sudah berada di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Akhirnya, untuk menjangkau semua itu, penulis kira perlu dibangun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;sebuah networking (arti; jejaring) antarstakeholders pendidian, bangun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;komunikasi yang inten, terus-menerus. Guru di sekolah perlu dukungan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;orang tua. Mari membangun sebuah network pendidikan baik komunikasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;antara guru-murid-orang tua, sehingga murid juga merasa didukung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;sepenuhnya oleh semua orang. Itu semua bermuara pada dtinggikannya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;font-size:100%;" &gt;ditingkatkannya, dinaikkan setinggi-tingginya kecerdasan setiap anak (murid).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-4623905902701155845?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/4623905902701155845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/03/kecerdasan-pada-anak-kita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/4623905902701155845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/4623905902701155845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/03/kecerdasan-pada-anak-kita.html' title='Kecerdasan Pada Anak kita'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/Sb7xFzsH1vI/AAAAAAAAAGE/kOkBRZ3pU5Y/s72-c/anak+cerdas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-250286127557929200</id><published>2009-02-28T20:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T21:12:28.772-08:00</updated><title type='text'>Persiapan Orang Tua Untuk Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaoMunSIwEI/AAAAAAAAAEw/geSEV-up0dY/s1600-h/masruri.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaoMunSIwEI/AAAAAAAAAEw/geSEV-up0dY/s200/masruri.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308069105768120386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-weight: bold;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: left; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;             &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Cara Memilih Sekolah Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CXP%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;1. Tentukan Visi Keluarga Terhadap Anak Anda &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;    Apa harapan yang Anda inginkan pada anak Anda pada masa depan mereka. Harapan yang baik adalah yang memenuhi 2 hal: Ingin bisa apa dan menjadi apa anak Anda ke depan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;2. Pilih Sekolah Yang Memiliki Visi Yang Relevan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;    Anda harus datang ke sekolah-sekolah untuk memastikan bahwa sekolah yang Anda pilih memiliki visi yang sama atau mendekati. Visi sekolah bisa Anda ketahui dengan cara dialog atau Anda baca brosur-brosur sekolah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;3. Libatkan Anak Anda&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;    Perlu Anda sadari bahwa yang akan sekolah adalah anak Anda. Mereka perlu diajak untuk menentukan pilihan. Tentu dengan pengarahan sebelumnya. Sampaikan harapan Anda terhadap masa depan anak Anda sehingga menjadi pertimbangan anak kita ketika ikut memilih sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;4. Lihat Program Sekolah&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;    Setelah Anda mengetahui visi sekolah maka coba Anda teliti program-program yang dirancang oleh pihak sekolah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah program-program itu cukup untuk mencapai visi sekolah yang diharapkan. Untuk itu tanyakan pula indikator-indikator tercapainya visi sekolah untuk melihat kecukupan programnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;5. Bagaimana Guru-Gurunya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;    &lt;/span&gt;Sekolah berkualitas hampir selalu identik dengan guru-gurunya yang berkualitas. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;Oleh karena itu guru harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih sekolah anak Anda. Hal yang terpenting perlu dicermati adalah bagaimana akhlak mereka serta apakah mereka mudah diajak kerja sama untuk mendidik anak Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;6. Cari Referensi Dari Lulusan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Output atau outcome sekolah adalah bukti paling real dari kualitas sekolah yang ditawarkan. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;Anda bisa bertanya pada teman atau tetangga atau saudara atau orang lain yang Anda kenal yang putranya ada di sekolah yang Anda pilih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;7. Apakah Fasilitas Sekolah Aman &amp;amp; Nyaman&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;    Fasilitas sekolah tidak harus mewah. Yang terpenting adalah dari tidak membahayakan fisik Anda dan bersih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekolah yang bersih secara tidak langsung mengajarkan anak Anda untuk bersikap bersih. Demikian sebaliknya, kelas-kelas yang kotor akan menjadikan anak kita kehilangan sense tentang kebersihan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Amati&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;School&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span&gt; Culture Sekolah&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Sekolah yang memiliki budaya/kultur yang baik akan melahirkan sikap-sikap yang baik pada anak didiknya. Sekolah yang berkualitas minimal harus memiliki 5 budaya: Budaya disiplin waktu, budaya membaca, budaya bersih, budaya prestasi dan budaya akhlak mulia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;span&gt;9. Kemampuan Dana Anda &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;    Sekolah yang memiliki ciri-ciri di atas umumnya membutuhkan biaya di atas rata-rata. Mahal atau murah sebenarnya adalah relatif. Namun ada beberapa sekolah yang sangat efektif dalam pengelolaan dananya, sehingga mungkin ada 2 sekolah yang kualifikasinya sama tapi berbeda pembiayaan sekolahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span  lang="ES-MX" style="font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;--disalin dari tulisan Masruri, Direktur Konsorsium Pendidikan Islam (KPI)-- &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-250286127557929200?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/250286127557929200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/persiapan-orang-tua-untuk-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/250286127557929200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/250286127557929200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/persiapan-orang-tua-untuk-pendidikan.html' title='Persiapan Orang Tua Untuk Pendidikan Anak'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaoMunSIwEI/AAAAAAAAAEw/geSEV-up0dY/s72-c/masruri.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-6543364578804183215</id><published>2009-02-25T09:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T20:09:31.004-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaWKN445YlI/AAAAAAAAAEo/d6SZg5kmgKM/s1600-h/56424_anak_kecil_takut_3_thumb_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaWKN445YlI/AAAAAAAAAEo/d6SZg5kmgKM/s320/56424_anak_kecil_takut_3_thumb_300_225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306799707139957330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;a href="http://muslimah.or.id/aqidah/agar-buah-hati-tak-lagi-takut-hantu.html" rel="bookmark" title="Permanent Link Agar Buah Hati Tak Lagi Takut Hantu"&gt;Agar Buah Hati Tak Lagi Takut Hantu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Rumman&lt;/span&gt; &lt;div style="font-family: arial;" class="PostContent"&gt;&lt;p&gt; Muraja’ah: Ust. Aris Munandar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Ummi, Ahmad pingin ke kamar mandi. Anterin ya Mi…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ummu Ahmad (bukan nama sebenarnya) kaget ketika suatu malam Ahmad, anaknya yang sudah berumur 10 tahun tiba-tiba minta diantarkan ke kamar mandi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Ahmad anak shalih… kok tumben minta diantar ke kamar mandi? Biasanya berani sendiri.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Ahmad takut ketemu hantu Mi…” &lt;/em&gt;kata Ahmad dengan wajah ketakutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini mungkin sangat sering kita jumpai. Tak hanya anak kecil, bahkan banyak orang dewasa yang mengaku takut terhadap hantu. Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat, ditambah lagi maraknya cerita maupun film-film misteri di tengah masyarakat semakin memperparah kerusakan dan mengikis keimanan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasa takut anak kepada hantu, bagaimanapun harus mendapat perhatian khusus dari orang tua. Karena bila ketakutan sang anak tetap terpelihara, tak hanya membentuk mental penakut pada diri anak tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan tauhid yang sangat kita harapkan terbentuk pada diri sang anak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="Agar Buah Hati Tak Lagi Takut Hantu" href="http://muslimah.or.id/aqidah/agar-buah-hati-tak-lagi-takut-hantu.html"&gt;&lt;strong&gt;Sekilas tentang Rasa Rakut (Khauf)&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sangat penting bagi orang tua untuk bisa melatih anak mengatur rasa takutnya. Bukan hanya sekedar agar anak menjadi pemberani, tetapi lebih karena rasa takut adalah bagian dari ibadah. Rasa takut adalah bagian dari rukun yang harus ada dalam ibadah, di samping rasa cinta dan harap.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Macam-macam takut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Ulama telah membagi rasa takut menjadi beberapa bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1.  Takut ibadah atau disebut juga takut &lt;em&gt;sirri &lt;/em&gt;(takut terhadap sesuatu yang ghaib).&lt;br /&gt;Takut ibadah dibagi menjadi dua macam:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;a. Takut kepada Allah, yaitu takut yang diiringi dengan merendahkan diri, pengagungan, dan ketundukan diri kepada Allah. Takut semacam inilah yang akan mendatangkan ketaqwaan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itu, rasa takut seperti ini hanya boleh ditujukan kepada Allah semata karena merupakan salah satu konsekuensi keimanan.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah berfirman, yang artinya,&lt;em&gt; “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”&lt;/em&gt; (QS. Ali Imran 175)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;b. Takut kepada selain Allah, yaitu takut kepada selain Allah dalam hal sesuatu yang ditakuti itu sebenarnya tidak dapat melakukannya dan hanya Allah-lah yang dapat melakukannya. Takut semacam ini banyak terjadi pada berhala, takut pada orang mati, takutnya para penyembah kubur kepada walinya, dll. Rasa takut ini merupakan syirik akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari keIslaman.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Takut yang haram, yaitu takut kepada selain Allah, yang bukan ibadah tetapi menyebabkan ia melakukan keharaman atau meninggalkan kewajiban. Takut semacam ini dapat mengurangi ketauhidan seseorang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.    Takut &lt;em&gt;thobi’i &lt;/em&gt;(normal). Yaitu takut pada hal-hal yang bisa mencelakakan kita (dengan izin dan kekuatan dari Allah). Misalnya, takut pada binatang buas, api, dll. Takut semacam ini wajar ada pada diri manusia dan dibolehkan selama tidak melampaui batas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4.    Takut &lt;em&gt;wahm &lt;/em&gt;(khayalan), yaitu takut pada sesuatu yang sebabnya tidak jelas. Misalnya, takut pada hantu. Takut semacam ini tercela.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasa takut kepada hantu atau setan, bisa mengantarkan kepada syirik akbar. Jika sampai membawa pada peribadatan kepada selain Allah. Bentuknya bermacam-macam, ada yang memberi sesajian agar tidak diganggu, membaca berbagai mantera, datang kepada dukun untuk meminta jimat, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada anak, mungkin tak sampai separah itu. Namun tak jarang kita dapati, karena rasa takut kepada hantu atau semacamnya, anak menjadi takut keluar kamar untuk mengambil wudhu pada pagi hari. Sang anak menjadi menunda-nunda waktu shalat Subuhnya. Ini hanyalah salah satu contoh. Tetapi sekali lagi, hal ini dapat mengurangi kesempurnaan tauhid sang anak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketakutan anak bisa diperparah jika orangtuanya pun tidak paham syariat sehingga demi mengatasi rasa takut anaknya sehingga membawa anak pada kesyirikan. Misalkan menggantungkan jimat pada anak sehingga sang anak terus bergantung pada jimat tersebut hingga ia dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a title="Agar Buah Hati Tak Lagi Takut Hantu" href="http://muslimah.or.id/aqidah/agar-buah-hati-tak-lagi-takut-hantu.html"&gt;&lt;strong&gt;Cara Mengatasi Rasa Takut Anak kepada Hantu&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat. Antara lain:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1.    Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar.&lt;br /&gt;Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?”&lt;br /&gt;Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong, genderuwo, nyi loro kidul, kuntilanak, atau semacamnya, jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan. Jika yang ditakutkan anak adalah orang mati, maka jelaskanlah bahwa orang mati takkan bisa memberi manfaat maupun bahaya bagi orang yang masih hidup.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun jika sang anak telah mengerti bahwa yang dimaksud orang-orang dengan hantu adalah penjelmaan dari setan atau jin yang hendak mengganggu manusia, maka orangtua haruslah menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat kecuali kekuatan Allah. Seluruh makhluk, termasuk jin dan setan di bawah pengaturan Allah. Ajarkan pada anak meskipun seluruh jin dan manusia ingin mencelakakannya, akan tetapi Allah tidak menakdirkannya, maka ia takkan celaka. Begitu pula sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh indah contoh yang diajarkan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam &lt;/em&gt;ketika beliau menasehati Ibnu Abbas &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; yang ketika itu masih kecil.Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Pada suatu hari saya pernah membonceng di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Wahai anak muda, sesungguhnya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Ia juga akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan bahaya terhadapmu, mereka tidak akan bisa memberikan bahaya itu terhadapmu kecuali sesuatu yang Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jelaskan pada anak pada hal apakah ia harus takut (yaitu takut kepada Allah), pada hal-hal apakah ia boleh takut tetapi tidak berlebihan dan hal-hal apa yang ia tidak boleh takut sama sekali. Hendaklah orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena dengan pengenalan kepada Allah, seorang anak akan mengetahui keagungan Allah, keMahaKayaanNya, kekuasaan-Nya. Yang harus orang tua ingat, mengajarkan rasa takut kepada Allah juga harus disertai pengajaran rasa cinta dan harap kepada Allah. Sehingga hal ini menjadikan anak ikhlas dan giat dalam beramal serta tidak mudah putus asa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Ada banyak wirid dan doa yang bisa diajarkan pada anak. Misalnya, wirid pagi dan sore, doa sehari-hari seperti doa masuk WC, doa singgah di suatu tempat, doa hendak tidur, dll. Pilihlah bacaan wirid dan doa sesuai kapasitas kemampuan anak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya sekedar menghafal, tapi juga pahamkan mereka arti dari doa tersebut sehingga mereka mengamalkan doa-doa tersebut dengan penuh keyakinan akan manfaat doa bagi dirinya. Ajarkan pada anak bahwa doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi kaum mukmin. Karena itu, bila rasa takut menyerang, yang terbaik dilakukan adalah meminta perlindungan dan pertolongan Allah, Rabb seluruh makhluk. Sesekali ingatkan atau tanyakan pada anak arti dari doa tersebut. Sekaligus untuk mengetahui apakah sang anak sudah mengamalkan doa-doa tersebut ataukah belum.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3.    Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu.&lt;br /&gt;Misalnya cerita misteri, patung dan lukisan makhluk bernyawa, dll. Cerita misteri atau berbau mistis kadang lebih menarik bagi anak karena imajinasi mereka yang tinggi dan masih belum terkontrol baik. Oleh karena itu, kenalkanlah anak dengan kisah-kisah para Nabi, sahabat-sahabat Rasulullah, maupun kisah shahih lain yang dapat mengajarkan anak keimanan, keberanian dan akhlaq yang baik. Jangan hanya sekedar menyediakannya buku/majalah, meskipun ini juga hal yang penting. Sesekali ceritakanlah langsung dengan lisan anda agar hikmah dan nilai kisah lebih mengena di hati anak. Ini juga akan lebih mendekatkan orang tua dengan sang buah hati.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut, berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut, maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika suatu ketika sifat penakut kita diketahui oleh sang anak, tak ada salahnya melibatkan anak dalam usaha menghilangkan sifat penakut kita. “Astagfirullah, tadi Ummi kok menjerit ya pas lampu mati? Menurut adik, Ummi harusnya gimana? Iya adik benar, harusnya tetap tenang dan minta perlindungan sama Allah. Lain kali kalau Ummi menjerit lagi, adik ingatin Ummi ya….” Hal ini juga akan mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya ia bersikap ketika ada orang lain atau temannya yang ketakutan. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang tak berdasar atau bertentangan dengan syariat. Misalnya, “Jangan main dekat sungai ya! Nanti diculik genderuwo penunggu sungai lho” Hal ini sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua. Maka wahai para pendidik, bekalilah diri dengan ilmu syar’i dalam mendidik anak-anak kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6.    Berdoalah untuk kebaikan anak&lt;br /&gt;Hal yang sering luput dari orang tua adalah berdoa untuk anak-anaknya. Padahal doa merupakan salah satu pokok yang harus dipegang teguh orang tua. Doa orang tua bagi kebaikan anaknya adalah salah satu jenis doa yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan oleh Allah (HR. Baihaqi). Termasuk di antaranya, hendaknya orang tua mendoakan agar anak dilindungi dari gangguan setan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan mengucapkan,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Aku memohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, dan juga dari setiap mata yang jahat.” Selanjutnya beliau bersabda “Adalah bapak kalian (yaitu Ibrahim) dahulu juga memohonkan perlindungan untuk kedua puteranya, Ismail dan Ishaq, dengan kalimat seperti ini.” (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah sebagian cara yang semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak. Semoga kelak anak tumbuh menjadi sosok muslim-muslimah yang beraqidah lurus, beramal shalih dan mempunyai ketawakkalan tinggi kepada Allah. Wallahu Ta’ala a’lam. (Ummu Rumman)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Maraji’:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;cite&gt;Bila Anak Anda Takut Hantu&lt;/cite&gt;, Ummu Khaulah, &lt;cite&gt;Majalah As Sunnah Edisi 02/Tahun VIII/1424H/2004M&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;&lt;cite&gt;Mendidik Anak Bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/cite&gt;, Muhammad Suwaid, penerbit Pustaka Arafah&lt;br /&gt;&lt;cite&gt;Mutiara Faidah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi&lt;/cite&gt;, Abu ‘Isa Abdullah bin Salam, penerbit Divisi Bimbingan Masyarakat LBI Al Atsary Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;cite&gt;Syarah Tiga Landasan Utama&lt;/cite&gt;, Syaikh Abdullah bin Shalih al Fauzan, Pustaka At Tibyan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel&lt;a title="Agar Buah Hati Tak Lagi Takut Hantu" href="http://muslimah.or.id/aqidah/agar-buah-hati-tak-lagi-takut-hantu.html"&gt; muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-6543364578804183215?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/6543364578804183215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/pendidikan-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/6543364578804183215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/6543364578804183215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/pendidikan-anak.html' title='Pendidikan Anak'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaWKN445YlI/AAAAAAAAAEo/d6SZg5kmgKM/s72-c/56424_anak_kecil_takut_3_thumb_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-2166804869976585767</id><published>2009-02-24T06:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T07:04:55.275-08:00</updated><title type='text'>Fokus Ibadah Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaQHktx4VAI/AAAAAAAAAEA/rk-U8vDGaSQ/s1600-h/mhmd_5.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaQHktx4VAI/AAAAAAAAAEA/rk-U8vDGaSQ/s320/mhmd_5.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306374588294779906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-family:arial;font-size:180%;color:#339999;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Maulid Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;color:#339999;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Georgia, arial;font-size:100%;"  &gt;Bulan ini, tepatnya pada tanggal 09 Maret 2009, adalah   tepat 12 Rabi-Al-Awwal 1430H pada penanggalan Islam   (Hijriah). Pada hari tersebut, Nabi junjungan kita Muhammad &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt;  dilahirkan. Semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan   kepada beliau beserta keluarga dan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Georgia, arial;font-size:100%;"  &gt;Hari tersebut, di Indonesia dikenal dengan Maulid Nabi &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt;   (Milad an Nabi). Maulid Nabi &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt; memang   bukan hari besar Islam kalau dilihat dari pandangan al Quran   dan Hadis. Juga, Nabi &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt; sendiri pun   tidak menganjurkan harinya diperingati. Tetapi, merujuk pada   sejarah, di era kekhalifan juga pernah diadakan peringatan   kelahiran Nabi &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt;. Untuk itu, sebagai   penghormatan, pada hari itulah, kita setidaknya mengingat hari   lahirnya Nabi &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt; yang kita cintai.   Seseorang yang diberi hidayah Allah sebagai penerang dengan   membawa ajaran hinggan akhir jaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Georgia, arial;font-size:100%;"  &gt;Di kehidupan masa kini, kita telah mafhum dan mengenal berbagai   macam peringatan hari-hari, baik itu hari kenegaraan (nasional)   seperti Hari Kemerdekaan, mungkin juga hari Ulang Tahun perusahaan   tempat kita bekerja, dan juga sangat banyak yang memperingati   hari Ulang Tahun diri sendiri. Peringatan itu tidak harus mewah,   besar, dengan mengundang puluhan hingga ratusan orang. Banyak   pula yang sekedar merenung, mengulang seluruh kegiatan, baik   kegiatan bangsa, kegiatan di perusahaan, atau juga seluruh   pekerjaan yang telah dilakukan selama setahun. Dan seluruh   renungan itu tidak haram, karena dengan merenung dan mengevaluasi   segala pekerjaan kita, kita menjadi manusia yang selalu ingat.   Dan apa karunia bagi orang yang ingat? Yaitu diberikan penerang   dan hidayah baginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Georgia, arial;font-size:100%;"  &gt;Oleh karena itu, sebagai suatu momen penting 12 Rabiul Awwal H,   seperti di kampung-kampung, bahkan dijadikan sebagai hari   penting---dan Indonesia sendiri pun menjadikan tanggal   tersebut sebagai hari libur nasional. Harapan kita, di   hari libur itu, juga hari-hari selanjut, bulan selanjut, dan   di seluruh hidup kita selanjutnya, kita seterusnya dapat   meneladani dan menyikapi hidup kita berdasarkan apa yang   diajarkan dan dicontohkan Sang Nabi &lt;img src="http://www.pesantrenvirtual.com/images/saw.gif" height="12" /&gt; Kekasih Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Georgia, arial;font-size:100%;"  &gt;"&lt;i&gt;(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi   yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat   dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka   mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari   mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka   segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala   yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan   belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang   yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan   mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya   (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.&lt;/i&gt;" (QS. Al-A'raa 7:157)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Georgia, arial;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pesantren Virtual&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-2166804869976585767?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/2166804869976585767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/fokus-ibadah-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/2166804869976585767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/2166804869976585767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/fokus-ibadah-kita.html' title='Fokus Ibadah Kita'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaQHktx4VAI/AAAAAAAAAEA/rk-U8vDGaSQ/s72-c/mhmd_5.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-5924904642480116708</id><published>2009-02-24T05:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T17:03:42.808-08:00</updated><title type='text'>Apa Sich Rebo Wekasan Itu?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaP-K7buJhI/AAAAAAAAADw/M5jpOEN1030/s1600-h/do%27a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaP-K7buJhI/AAAAAAAAADw/M5jpOEN1030/s320/do%27a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306364249678685714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rebo Wekasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi tradisi di kalangan sebagian umat Islam terutama di masyarakat Islam Jawa merayakan Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (Yogyakarta) atau Rebo Kasan (Sunda Banten) dengan berbagai cara. Ada yang merayakan dengan cara besar-besaran, ada yang merayakan secara sederhana dengan membuat makanan yang kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir, namun diawali dengan tahmid, takbir, zikir dan tahlil serta diakhir dengan do’a.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada juga yang merayakan dengan melakukan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala, baik dilakukan sendiri-sendiri maupun secara berjamaah. Bahkan ada yang cukup merayakannya dengan jalan-jalan ke pantai untuk mandi dimaksudkan untuk menyucikan diri dari segala kesalahan dan dosa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waktu penulis masih kecil sekitar tahun 1960 an suka ikut-ikutan merayakan Rebo Wekasan yang dilakukan oleh para orang tua, yaitu dengan cara riungan pagi hari Rabu Wekasan sekitar jam 06.00 di masjid dengan membawa jamuan ketupat dan temannya  ada ayam sayur, ayam goreng, ayam bakar dan lain-lain. Riuangan dipimpim oleh imam masjid dan diiringi dengan tahlil dan tahmid serta diakhir dengan do’a tolak bala. Dan setelah itu, jamuan tersebut dibagikan kepada peserta riungan untuk dimakan secara bersama-sama. Namun saat ini, kegiatan tersebut sudah tidak dilakukan lagi, akibat dari  pergeseran nilai-nilai sosial di kalangan masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa yang dimaksud dengan “Rebo Wekasan” ? &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rebo Wekasan adalah hari Rabu yang terakhir pada bulan Shafar. Dari beberapa cara merayakan Rebo Wekasan ada yang mengganjal dalam pikiran penulis yaitu dengan cara melalukan shalat Rebo wekasan yang dikerjakan pada hari Rabu pagi akhir bulan Shafar setelah shalat Isyraq, kira-kira mulai masuk waktu Dhuha. Pada dasarnya Shalat Rebo Wekasan tidak ditemukan temukan adanya Hadits  yang menerangkan shalat Rebo Wekasan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam Islam berbagai shalat baik wajib maupun sunnah telah disebutkan dalam Hadits Nabi saw secara lengkap yang termuat dalam berbagai kitab Hadits, namun shalat Rebo Wekasan tidak ditemukan. Shalat wajib atau shalat sunnah merupakan ibadah yang telah ditentukan Allah  dan Rasul-Nya, baik tata cara mengerjakannya maupun waktunya. Tidak dibenarkan membuat atau menambah shalat baik wajib maupun sunnah dari yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ibadah hanya dapat dilakukan sesuai dengan yang diperintahkan, jika tidak, maka sia-sia belaka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah buku berjudul &lt;em&gt;“Kanzun Najah”&lt;/em&gt; karangan Syekh Abdul Hamid Kudus yang pernah mengajar di Makkatul Mukaramah. Dalam buku tersebut diterangkan bahwa telah berkata sebagian ulama ‘arifin dari ahli mukasyafah (sebutan ulama sufi tingkat tinggi), bahwa setiap hari Rabu di akhir bulan Shafar diturunkan ke bumi sebanyak 360.000 malapetaka dan 20.000 macam bencana. Bagi orang yang melaksanakan shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala pada hari tersebut sebanyak 4 raka’at satu kali salam atau 2 kali salam dan pada setiap raka’at setelah membaca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al Kautsar 17 kali, surat Al Ikhlas 5 kali, surat Al Falaq 2 kali dan surat An Nas 1 kali. Setelah selesai shalat dilanjutkan membaca do’a tolak bala, maka orang tersebut terbebas dari semua malapetaka dan bencana yang sangat dahsyat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atas dasar keterangan tersebut, maka shalat Rebo Wekasan tidak bersumber dari Hadits Nabi SAW dan hanya bersumber pada pendapat ahli mukasyafah  ulama sufi. Oleh sebab itu, mayoritas ulama mengatakan shalat Rebo Wekasan tidak dianjurkan dengan alasan tidak ada Hadits yang menerangkannya. Ada pula ulama yang membolehkan melakukan shalat Rebo Wekasan, dengan dalih melakukan shalat tersebut termasuk melakukan keutamaan amal (&lt;em&gt;Fadhailul ‘amal&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun sikap yang baik terhadap shalat Rebo Wekasan adalah kembali kepada aturan bahwa semua ibadah didasarkan atas perintah. Sesuai dengan penjelasan yang telah diuraikan di atas, tidak ditemukan dasar perintah atau keterangan yang menjelaskan tentang shalat Rebo Wekasan atau shalat tolak bala, maka shalat Rebo Wekasan  tidak perlu dilakukan. Bukankah semua shalat yang kita kerjakan baik wajib maupun sunnah dapat menolak bala? (aby)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber http://bimasislam.depag.go.id/?mod=article&amp;amp;op=detail&amp;amp;klik=1&amp;amp;id=115&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-5924904642480116708?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/5924904642480116708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/apa-sich-rebo-wekasan-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/5924904642480116708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/5924904642480116708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/apa-sich-rebo-wekasan-itu.html' title='Apa Sich Rebo Wekasan Itu?'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaP-K7buJhI/AAAAAAAAADw/M5jpOEN1030/s72-c/do%27a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-3800235552752669711</id><published>2009-02-11T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T05:37:21.871-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaP0_xlkrlI/AAAAAAAAADo/pTKvFCEV4M8/s1600-h/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaP0_xlkrlI/AAAAAAAAADo/pTKvFCEV4M8/s320/muslimah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306354162452442706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;Introspeksi Wanita Muslimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;Lewat Jilbab&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hai Nabi ! katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu, dan para wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih dikenal (sebab jilbab itu ciri khas wanita muslimah), maka merekapun tidak diganggu (oleh tangan – tangan jahil). Dan Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang.&lt;br /&gt;(QS. Al-Ahzab : 59)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Ayat diatas melarang wanita – wanita muslimah untuk memamerkan aurat atau perhiasan mereka. Pengertian ayat berdasarkan interprestasi Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas dalam QS. An-Nuur 31 “Illa maa dzahara minha” bahwa yang dikecualikan itu ialah muka dan telapak tangan. Karena itu aurat wanita wajib ditutup adalah seluruh tubuh kecuali muka dan dua telapak tangan, dengan cara mengulurkan jilbab sampai kedadanya. Memang sudah menjadi peraturan Allah SWT, bahwa jilbab itu dikhususkan bagi wanita muslimah dan mukminat tanpa pandang bulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti mengulurkan jilbab, para ulama’ berbeda pendapat. Imam Attbary mengatakan bahwa cara mengulurkan jilbab itu menurut sebagian ahli tafsir adalah (a) Dengan menutup muka dan kepala mereka dan tiadalah dipamerkan sebiji mata saja. Riwayat dari Aun mengatakan bahwa hanya mata yang dibiarkan tampak ialah mata kanan. (b) Mengulurkan jilbab – jilbab itu atas kepala sampai menutup dahi mereka, ini berdasarkan keterangan dari Ibnu Abbas. (c) Qatadah menerangkan bahwa mengulurkan jilbab adalah menutup dengan menggunakan jilbab sampai menutup atas kening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pendapat diatas pada intinya sama yaitu agar para wanita muslimah menutup auratnya dengan jilbab dan memakai pakaian yang munutupi seluruh tubuhnya kecuali muka dan tangan. Menurut madzab Imam Syafi’i berpegang pada tafsiran bahwa yang dikatakan biasa nampak dari padanya adalah baju luar yang menutup kepala dan muka. Sebenarnya perbedaan pokok tidak hanya saja terbatas pada banyak sedikitnya wajah yang boleh ditampakkan. Masalah menutup kaki adalah perbedaan pendapat juga, yakni  boleh menggunakan kaos kaki sebagai penutup atau memperpanjang baju yang dikenakan sehingga mata kaki tidak kelihatan. Pernah seorang perempuan bertanya kepada Ummu Salamah r.a bahwa ia terpaksa melalui tempat becek, jika sekiranya memakai kain yang panjang, maka kain tersebut akan menjadi kotor. Lalu dijawab oleh Ummu Salamah r.a bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “Apa yang sesudahnya akan menjadi pembersihnya, maksudnya tanah bersih yang sesudah tempat becek tadi akan menghilangkan kotoran yang ada pada baju”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi terhadap wanita – wanita yang sudah lanjut usia dimana didalam dirinya sudah tidak ada lagi keinginan untuk menikah, atau anak – anak perempuan kecil (masih belum memasuki masa mumayyiz), tidaklah ditekankan bagi mereka untuk memakai jilbab. Ini bukan berarti mereka boleh menanggalkan seluruh pakaian, sehingga tampak auratnya. Yang boleh ditinggalkan hanyalah pakaian luarnya saja atau jilbabnya. Tetapi bila mereka tetap memakai jilbab itu lebih baik dan lebih sopan bagi mereka. Allah sendirilah yang akan membalas kebaikan dan kepatuhan mereka. Dalam QS. Annur : 60 diterangkan: “Dan wanita – wanita yang sudah tua dan tidak mengharap perkawinan lagi, tidak salahnya mereka menanggalkan pakaian (luar) dengan tidak menampakkan perhiasannya, tetapi berlaku sopan itu lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jilbab dan Mode di Era Sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kita sering kali melihat perkembangan mode busana tidak hanya pada busana pesta saja, tetapi sudah merabah pada perkembangan mode busana muslimah yang erat hubungannya dengan perkembangan mode jilbab. Apakah busana muslimah tidak diperbolehkan mengikuti trend zaman. Jawabannya sederhana, boleh, bahkan sangat boleh asalkan  memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Berdasarkan isyarat Al – Qur’an dan Hadist serta pendapat para ulama’, hukum Islam menetapkan bahwa busana muslimah harus memenuhi syarat – syarat berikut : (1) Busana tersebut harus menutup aurat, (2) Kain yang digunakan tidak terlalu tipis (transparan), sehingga bayangan tubuhnya tampak terlihat, (3) Busana itu tidak ketat dan sempit, tetapi longgar agar menutupi bagian – bagian tubuh yang mengundang nafsu sahwat, (4) Busana yang dikenakan itu bukan perhiasan kecantikan, atau tidak berbentuk pakaian yang aneh sehingga menarik perhatian dan tidak memakai wangi – wangian yang semerbak baunya, dan (5) Tidak menyerupai pakaian laki- laki dan tidak pula menyerupai pakaian wanita kafir (bukan islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya adalah apakah para perancang mode muslimah yang sudah menghasilkan beratus – ratus bahkan beribu – ribu model busana muslimah sudah memenuhi persyaratan tersebut diatas. Bisa dikatakan bahwa sebagian besar perancang mode dalam membuat busana rancangan hanya mengarah pada segi komersial dan kepantasannya saja, tetapi mengabaikan syarat – syarat yang sudah digariskan Al-Qur’an dan Hadist. Sehingga yang bisa kita lihat sekarang masih banyak rancangan busana muslimah yang cenderung menonjolkan dada dengan mengikat jilbab kebelakang, tidak mengulurkannya kedepan untuk menutup dadanya. Atau perpaduan jilbab dengan baju ketat ataupun celana ketat yang warnanya mencolok sehingga mempertontonkan lekuk tubuh para wanita muslimah. Yang demikian itu, walaupun wanita yang bersangkutan itu sudah berjilbab tetapi sebenarnya belum berjilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tabiat, wanita lebih cepat terpengaruh oleh kebaikan, kejahatan dan apa saja yang mengelilinginya dibanding pria. Karenanya, audio visual semacam Televisi dan Radio memiliki peran yang penting sekali dalam kehidupan wanita. Ia bisa menjadi alat yang mampu menghancurkan kehidupan wanita tapi suatu saat juga bisa berpengaruh sangat baik dalam perilaku dan pola pikir wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berperan sebagai media yang negatif, televisi dan semacamnya bisa menjadi alat yang meracik kesesatan, adu domba, ghibah dan kebohongan. Televisi mampu mengubah mental dan akhlaq manusia melalui tayangannya yang tidak mendidik menjadi bobrok, dan korban terbesarnya itu adalah wanita. Terutama wanita yang sehari – harinya senantiasa berada dirumah, tidak mempunyai kegiatan kapan dan dimasyarakat mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus jujur kita akui, bahwa jutaan wanita muslimah didunia ini menjadikan televisi dan media informasi lainnya sebagai menu tiap hari. Mereka kuat berjam – jam menemani alat yang tanpa disadarinya telah melucuti akhlaq dan mentalnya. Bahkan ironinya, diantara mereka ada yang menjadikan media – media tersebut sebagai guru dalam ilmu pengetahuan dan teladan dalam sikap dan mental. Sampai dalam memahami agama, sebagian wanita muslimah lebih memilih televisi atau radio yang memang suatu saat menayangkannya, dari pada harus berguru langsung kepada seorang ustadz. Tidak dipungkiri memang, televisi dan media informasi lainnya juga menayangkan hal – hal positif dan membangun. Hanya pada kenyataannya porsi yang mendidik itu relatif jauh dari mencukupi dibanding yang berpotensial untuk menghancurkan atau sekedar hiburan yang hanya membuang waktu saja. Sehingga tak jarang para wanita muslimah yang lebih meniru dan memilih mode yang ada di televisi tanpa menghiraukan syariat agama islam yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seharusnya berpikir secara mendalam pada perkembangan mode dan jilbab tersebut. Apakah mode itu sudah memenuhi syarat sebagai busana muslimah yang patut dipakai atau tidak, kalaupun tidak patut untuk dipakai kita berkewajiban menyempurnakannya. Terlepas dari keanggunan para artis idola yang mengenakannya atau terlepas dari publikasi dan promosi para perancang mode yang secara tidak langsung mengelabui keimanan dan ketaqwaan kita. Perintah berjilbab itu selain untuk menambah kecantikan dan keanggunan wanita muslimah yang memakainya, juga supaya tidak lelaki yang melihatnya. Selain itu jilbab merupakan pakaian kehormatan bagi seorang wanita muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa diantara kaum wanita muslimah yang menginginkan kedudukannya terhormat dan mulai disisi Allah SWT serta terbebas dari gangguan para lelaki hidung belang, maka tanamkanlah dalam jiwa itu rasa taqwa pada Allah SWT, tebalkan rasa iman kepada sang pencipta, selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan menjalankan semua yang diperintah, disamping itu pakailah pakaianmu sehari – hari ketika kamu keluar rumah yakni dengan memakai pakaian kehormatan yaitu jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada orang bilang, mengapa kita harus memakai jilbab, padahal banyak dikalangan wanita berjilbab tapi akhlaqnya bejat. Lebih baik kita tidak berjilbab tapi akhlaq kita baik, bisa menjaga kehormatan. Dalam hal ini yang perlu disalahkan bukanlah jilbabnya atau tata aturan Islam itu yang disalahkan, tetapi yang memakai jilbab itu yang diberi pengertian dan diluruskan. Janganlah dibuat kedok kemesuman berjilbab dan yang tidak berjilbab sama saja, bahkan lebih baik yang tidak berjilbab. Jilbab merupakan langkah awal untuk membentuk pribadi luhur bagi kaum wanita, satu langkah untuk kesempurnaan ibadah dan kesempurnaan akhlaq. Jilbab adalah pengendali akan terjerumusnya wanita dari perbuatan kemesuman dan penghalang bagi berlanjutnya kemaksiatan dimuka bumi Allah ini. Mengingat daya tarik dan gaya rangsang pertama kali dari kaum laki – laki adalah sahwat terhadap wanita. Dan daya rangsang itu cepat timbul dengan adanya wanita – wanita yang mempertontonkan auratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian menutup aurat secara mendalam adalah totalitas diri wanita, termasuk gerak – gerik dan suaranya. Wanita yang berpakaian setengah telanjang, tampil dengan gaya yang dibuat – buat, pertanda kurang yakin akan kehidupan akhirat dan tidak akan masuk surga walaupun sangat menghendakinya. Sabda Rasulullah SAW, “Orang – orang perempuan yang berpakaian setengah telanjang, meliuk – liukkan badannya dan rambutnya disasak, mereka tidak akan masuk surga juga tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak yang amat jauh (H.R. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makna Wanita Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengatakan, wanita muslimah sejati maka yang kita maksud dengan kesejatian Islam disini adalah wanita yang beriman kepada Allah SWT sebagai Tuhan-nya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rosulnya. Ia ridlo dengan manhasj (jalan) Allah dalam segala gerak dan diamnya. Mempertahankan tegaknya syariat dan agama Allah sebagai pedoman dan jalan hidup. Tidak rela dengan undang – undang timur atau barat apalagi menjalankannya. Mereka menjadikan Umma-hatul Mukminin, Istri – istri para sahabat dan tabi’in sebagai panutan dan teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Wanita muslimah sejati bukanlah yang mengambil dan menjalankan agama berdasarkan ikut – ikutan Bapak dan Nenek moyangnya. Bukan pula mereka yang merasa berat untuk memikul perintah suci agama sehingga selalu berusaha melepaskannya setiap saat. Wanita muslimah sejati tidak mengambil agama dari kulit luarnya saja dengan mengenyampingkan isi dan esensi.. Agama adalah satu kesatuan ajaran, yang tidak dipilah – pilah, agama adalah kulit dan isi, perilaku dan keyakinan. Karenanya seseorang tidak boleh menyepelekan masalah agama meski sekecil apapun adanya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zizy_genius@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-3800235552752669711?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/3800235552752669711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/introspeksi-wanita-muslimah-lewat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/3800235552752669711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/3800235552752669711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/introspeksi-wanita-muslimah-lewat.html' title=''/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SaP0_xlkrlI/AAAAAAAAADo/pTKvFCEV4M8/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-9190842277902633579</id><published>2009-02-10T18:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T08:46:16.541-08:00</updated><title type='text'>BEBERAPA KESALAHAN PARA PENDIDIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZJACW9O7KI/AAAAAAAAABg/5wjMF-8jAAo/s1600-h/KakaDedePS.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZJACW9O7KI/AAAAAAAAABg/5wjMF-8jAAo/s320/KakaDedePS.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301370120634821794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Berikut ini sebahagian kesalahan yang sering dilakukan oleh para pendidik. Semoga Allah memberikan maunah (pertolongan)-Nya kepada kita untuk dapat menjauhinya dan menunjukkan kita kepada kebenaran.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;9.1. Ucapan Pendidik Tidak Sesuai Dengan Perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini merupakan kesalahan terpenting kerana anak belajar dari orangtua beberapa hal. tetapi ternyata bertentangan dengan apa yang telah diajarkannya. Tindakan ini berpengaruh buruk terhadap mental dan perilaku anak. Allah Azza Wa Jalla mencela perbuatan ini dengan firman-Nya:&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    “Hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan” (Surah AshShaff: 2-3).&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Bagaimana anak akan belajar kejujuran kalau ia mengetahui orangtuanya berdusta? Bagaimana anak akan belajar sifat amanah sementara ia melihat bapanya menipu? Bagaimana anak akan belajar akhlak baik bila orang sekitamya suka mengejek, berkata jelek dan berakhlak buruk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;9.2. Kedua Orangtua Tidak Sepakat Atas Cara Tertentu Dalam Pendidikan Anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Kadangkala seorang anak melakukan perbuatan tertentu di hadapan kedua orangtua. tetapi akibatnya sang ibu memuji dan mendorong sedang sang bapa memperingatkan dan mengancam. Anak akhimya menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah di antara keduanya. Dengan pengertiannya yang masih terbatas, ia belum mampu membezakan mana yang benar dan yang salah sehingga hal itu akan mengakibatkan anak menjadi bimbang dan segala urusan tidak jelas baginya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Sementara, kalau kedua orangtua mempunyai cara yang sama dan tidak memujukkan perbezaan ini, niscaya tidak terjadi kerancuan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;9.3. Membiarkan Anak Jadi Korban Televisyen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt; Media massa mempunyai pengaruh yang besar sekali dalam perilaku dan perbuatan anak dan media paling berbahaya adalah televisyen. Hampir tidak ada rumah yang tidak mempunyai televisyen. Padahal pengaruhnya demikian luas terhadap anak mahupun orang dawasa, terhadap orang-orang berpengetahuan mahupun yang terbatas pengetahuannya Plomery, seorang peneliti mengatakan: "Anak pada umumnya, dan kebanyakan orang dewasa, cenderung menerima. tanpa mempertanyakan segala informasi yang tampil di filem-filem dan kelihatan realistis. Mereka dapat mengingat materialnya dengan cara yang lebih baik. . . maka akal fikiran mereka menelan begitu saja nilai-nilai yang rendah itu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Banyak pendidik yang tidak menaruh perhatian bahawa anak mereka kecanduan menonton televisyen. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap akhlak dan fithrah mereka, sampai apa yang dinamakan dengan acara anak-anak punpenuh dengan pemikiran-pemikiran keji yang diperoleh anak melalui acara yang ditayangkan. Banyak filem kartun yang berisi kisah cinta dan roman. . . sampai diantara anjing atau binatang lainnya. Tidakkah anda melihat bagaimana seekor kucing betina dalam acara itu - ditampilkan sangat anggun. . . berdandan dengan bulu mata panjang dan mata yang bercelak indah. . . serta buah dada yang montok. . . berlenggak lenggok untuk menggaet hati sang kucing jantan."&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Penampilan perang tanding untuk wanita, juga mabuk-mabukan merokok, mencuri, melakukan tipu muslihat, berdusta dan sifat-sifat lainnya yang tidak sopan. . . Tayangan ini semua menyerbu dunia anak dan menodai fithrah yang suci dengan dalih acara anak-anak". &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Oleh kerana itu anak-anak kita harus dilindungi dari perangkat yang merusak ini. Hal ini, tak diragukan lagi, bukan sesuatu yang mudah tetapi juga tidak mustahil, jika kita ingin menjaga akhlak putera-puteri kita dan mempersiapkan mereka untuk mengemban misi agama dan umat. Semoga Allah melimpahkan ma'unah-Nya kepada kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;9.4. Menyerahkan Tanggungjawab Pendidikan Anak Kepada Pembantu Atau Pengasuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;span style="font-family:arial;"&gt; Kesalahan yang amat serius danbanyak tejadi di masyarakat kita adalah fenomena kesibukan ibu dari peranan utamanya merawat rumah dan anak-anak dengan hal-hal yang tentunya tak kalah penting dari pendidikan anak. Misalnya, sibuk dengan karir di luar rumah, atau sering mengadakan kunjungan, menghadiri pertemuan, atau hanya kerana malas-malasan dan tidak mahu menangani langsung urusan anak. Padahal ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan anak dan nilai-nilai yang diserapnya Sebab, "Anak kecil adalah orang pertama yang dirugikan dengan keluarya ibu dari rumah untuk berkarir. Ia akan kehiLangan kasih sayang, sebab sang ibu membiarkannya dalam perawatan wanita lain seperti pembantu, atau membawanya ke tempat pengasuhan. Dan bagaimanapun, anak akan kehilangan kasih sayang ibu. Ini berbahaya sekali terhadap kejiwaan anak dan masa depannya, kerana anak berkembang tanpa kasih sayang. jika anak miskin kasih sayang, ia pun akan bertindak keras terhadap para anggota masyarakatnya, akibatnya masyarakat hidup dalam kehancuran, keretakan dan kekerasan. Teryata, orang lain tidak menaruh perhatian untuk membina anak dan mendidiknya berakhlak mulia sebagaimana yang dilakukan keluarganya. Hal ini mendatangkan malapetaka bagi anak dan masyarakat. "&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Terkadang pembantunya adalah orang kafir, akibatnya si anak pun terpengaruh dengan akidah yang menyimpang atau akhlak yang rosak yang didapatkan darinya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Maka, jika kita terpaksa mengambil pembantu, usahakanlah mendapat pembantu muslimah yang baik dan usahakan tidak bersama anak kecuali sebentar saja dalam keadaan terpaksa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;9.5. Pendidik Menampakkan Kelemahannya Dalam Mendidik Anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;  Ini banyak tejadi pada ibu-ibu dan kadangkala terjadi pada bapa-bapa. Kita dapatkan, misalnya, seorang ibu berkata: "Anak ini mengesalkan. Aku tidak sanggup. Tak tahu, apa yang kuperbuat dengannya. Padahal anak mendengarkan ucapan ini maka ia pun merasa bangga dapat mengganggu ibunya dan membandel kerana dapat menunjukkan keberadaannya dengan cara itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;9.6. Berlebihan Dalam Memberi Hukuman dan Balasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hukuman adalah sesuatu yang disyariatkan dan termasuk salah satu sarana pendidikan yang berhasil yang sesekali mungkin diperlukan pendidik.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Namun ada yang sangat berlebihan dalam menggunakan sarana ini, sehingga membuat sarana itu berbahaya dan berakibat yang sebaliknya. Seperti kits mendengar ada orangtua yang menahan anaknya beberapa jam dibilik yang gelap jika melakukan kesalahan; ada juga yang mengikat anaknya jika berbuat sesuatu hal yang mengganggunya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Hukuman bertingkat-tingkat, mulai dari pandangan yang mempunyai erti hingga hukuman berupa pukulan. Pendidik mungkin perlu menggunakan hukuman yang lebih daripada sekedar pandangan yang memojokkan atau kata-kata celaan bahkan mungkin terpaksa menggunakan hukuman berupa pukulan; namun ini merupakan penyelesaian akhir, tidak diperlukan kecuali jika tidak ada cara lain.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Ada beberapa kaidah dalam penggunaan hukuman berupa pukulan antara lain: &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Tidak dipergunakan )rukuman ini kecuali jika tidak ada cara laIn lagi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Pendidik tidak balehmemukul ketika dalam keadaan marah sekali, kerana dikhuwatirkan akan membahayakan anak.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Tidak memukul pads bahagian-bahagian yang menyakitkan, seperti: wajah, kepala dan dada.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Pukulan pada tahap-tahap pertama hukuman tidak keras dan tidak menyakitkan serta tidak boleh lebih dari tiga kali pukulan, kecuali bila terpaksa dan tidak melebihi sepuluh kali pukulan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Tidak boleh dipukul anak yang berumur di bawah sepuluh tahun.&lt;/span&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Jika kesalahan anak baru pertama kali ia diberi kesempatan bertaubat dan minta maaf atas perbuatannya. Juga dibuat supaya ada penengah yang kelihatannya mengusahakan pemaafan baginya setelah berjanji tidak mengulangi.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Hendaklah pendidik sendiri yangmemukul anak, tidak menyerahkannya kepada salah satu saudara atau temannya kerana ini dapat menimbulkan kebarian dan kedengkiannya terhadap anak lain yang ikut menghukumnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;      Jika anak meningkat usia dewasa dan pendidik berpendapat bahawa sepuluh kali pukulan tidak cukupmembuat jera anak, maka pendidik boleh menambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;9.7. Berusaha Mengekang Anak Secara Berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Iaitu tidak diberi kesempatan bermain bercanda dan bergerak ini bertentangan dengan tabiat anak dan boleh membahayakan kesihatannya, kerana permainan penting bagi pertumbuhan anak dengan baik. "Permainan di tempat yang bebas dan luas termasuk faktor terpenting yang membantu pertumbuhan jasmani anak dan menjaga kesihatannya·"&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Maka orangtua seyogianya tidak mencegah anak-anak yang sedang asyik bermain pasir ketika wisata ke tepi pantai atau di tengah padang pasir. Kerana itu merupakan waktu bersenang-senang dan bermain, bukan waktu berdisiplin. Tidak ada waktu kebebasan bergerak bagi anak-anak kecuali dalam kesempatan wisata yang bebas seperti ini. Maka sekali-kali mereka harus dibiarkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;9.8. Mendidik Anak Tidak Percaya Diri dan Merendahkan Peribadinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sayang ini banyak tejadi di kalangan bapa-bapa; padahal ini berpengaruh jelek terhadap masa depan anak dan pandangannya pada kehidupan. Kerana anak yang terdidik rendah peribadi dan tidak percaya diri akan tumbuh menjadi penakut lemah dan tidak mampu menghadapi beban dan tantangan hidup, bahkan setelah dawasa. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Kerana itu, seyogianya kita mempersiapkan anak-anak kita untuk dapat mekksanakan tugas-tugas dien dan dunia. Dan hal ini tidak tercapai kecuali dengan mendidik mereka memiliki rasa percaya dan harga diri namun tidak sombong dan takabur; serta senantiasa mengupayakan agar anak dikenalkan kepada hal-hal yang bernilai tinggi dan dijauhkan dari hal-hal yang bernilai rendah. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Sebagai contoh: Pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik terjadi kekeringan di daerah Badui maka berdatanganlah penduduk berbagai suku kepada Hisyam dan berkunjung kepadanya. Di antara mereka terdapat Dirwas bin Habib, usianya baru 14 tahun. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Mereka pun bertahan diri dan membuat Hisyam takut. Berkatalah Hisyam kepada penjaganya: "Siapapun dibiarkan menghadap kepadaku, bahkan hingga anak-anak?". Dirwas menyedari bahawa dirinya yang dimaksud, maka ia berkata: "Ya Amirul Mu'minin! Sungguh kunjunganku tidak bermaksud merendahkan baginda sedikitpun tapi untuk memberikan kehormatan bagiku. Dan orang-orang ini datang untuk suatu keperluan yang membuat mereka bertahan kerananya. Ucapan adalah pengungkapan dan diam adalah penyembunyian. Ucapan tidak dapat dikenal kecuali dengan diungkapkan·" &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Amirul Mu'minin merasa kagum dengan ucapannya lalu berkatalah Hisyam: "Bagus, ungkapkanlah!". Kata Dirwas: "Ya Amirul Mu'minin! Kami telah ditimpa tiga kali paceklik: pertama, mencairkan lemak; kedua, memakan daging: dan ketiga, mengeluarkan sumsum tulang. Sedang di tangan baginda ada kelebihan harta kekayaan. Jika itu milik Allah bagikanlah kepada hamba-hamba Allah yang berhak. Tetapi jika milik hamba-hamba Allah, maka kenapa baginda tahan? Dan jika hak milik baginda maka sedekahkanlah kepada mereka, kerana sesungguhnya Allah memberikan pahala kepada orang-orang yang bersedekah dan tidak melalaikan balasan orang-orang yang berbuat baik. Ketahuilah, Amirul Mu'minin! Kedudukan pemimpin dari rakyat ibarat ruh pada jasad, tidak ada kehidupan bagi jasad kecuali dengannya". Kata Hisyam: "Anak ini tidak memberi sedikitpun alasan dalam salah satu dari ketiga hal tersebut. "Kemudian ia perintahkan untuk membagikan kepada orang-orang Badui 100.000 dirham dan kepada Dirwas 100.000 dirham. Maka Dirwas berkata: "Ya AmirulMu'minin! Berikanlah sejumlah wang ini kembali kepada orang-orang Baduiku, kerana aku tak mahu jikap pemberian yang telah diperintahkan Amirul Mu'minin tadi tidak dapat memenuhi hajat mereka."&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;    Hisyam bertanya: "Mengapa kamu tidak menyebutkan hajat peribadimu?" Jawabnya: "Aku tidak mempunyai hajat selain hajat semua kaum Muslimin." Perhatikan rasa percaya anak muda ini pada dirinya dan keberaniannya dalam kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;----000----&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-9190842277902633579?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/9190842277902633579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/beberapa-kesalahan-para-pendidik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/9190842277902633579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/9190842277902633579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/beberapa-kesalahan-para-pendidik.html' title='BEBERAPA KESALAHAN PARA PENDIDIK'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZJACW9O7KI/AAAAAAAAABg/5wjMF-8jAAo/s72-c/KakaDedePS.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6039020869101144419.post-5650699187770715920</id><published>2009-02-09T09:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-13T08:54:06.701-08:00</updated><title type='text'>VALENTINE DAY DALAM PERSIMPANGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZPiIPA0iQI/AAAAAAAAACA/lzekl0VTKIE/s1600-h/valentine-day.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 196px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZPiIPA0iQI/AAAAAAAAACA/lzekl0VTKIE/s200/valentine-day.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301829817442011394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-family:arial;" &gt;VALENTINE DAY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-family:arial;" &gt;&lt;br /&gt;"Antara Tradisi dan Fenomena"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ketika memasuki bulan pebruari yang terlintas di benak para kawula muda adalah sebuah peringatan yang asal mulanya / kapan mulanya sebagian besar tidak diketahui oleh mereka, bisa dibilang hanya tradisi ikut-ikutan tahunan yang menyenangkan dan sesuai dengan mereka tanpa melihat lebih jauh lagi baik ditinjau dari norma agama atau yang laennya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Valentine day merupakan moment yang ditunggu tunggu para kawula muda. Bahkan mungkin dianggap moment yang paling bersejarah dalam hidupnya. Karena di hari tersebut merupakan hari kasih sayang. Hari dimana para remaja mengungkapkan kasih sayang kepada seseorang yang di cintainya, baik kekuarga maupun kekasihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Banyak aktivitas yang dilakukan para muda mudi sekarang dalam peringatan valentine days ini, seperti saling mengirim kartu ucapan Valentine, memberi coklat yang dipercaya sebagai lambang kasih sayang, menembak ( mengungkapkan cinta ) pada sang juwita dengan harapan keberkahan di hari itu akan melanggengkan kasih sayang mereka, ngedate bersama do'i, berdansa dengan kekasihnya diiringi dengan alunan music romantis, berciuman dengan pacar atau bahkan berhubungan intim dan aktivitas-aktivitas mesum laianya, yang bagi mereka merupakan sesuatu yang wajar dalam mengapresiasikan ungkapan kasih sayang mereka, bahkan semakin berani, semakin tinggi rasa sayang antara mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Fenomena valentine days tidak hanya terjadi pada lingkungan para remaja non muslim saja bahkan saat ini sudah merambah dan menjadi tradisi bagi para kaum remaja muslim khususnya bagi mereka yang lagi dilanda panah asmara atau dimabuk cinta, seolah-olah tidak ada lagi perbedaan antara peringatan hari besar islam dengan peringatan valentine bahkan mungkin mereka lebih semangat menyambut datangnya hari valentine daripada peringatan isro' mi'roj misalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Valentine day dalam historis &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Selama ini, perayaan valentine day di klaim sebagai tradisi kristiani benarkah demikian ?, ternyata pihak gereja pun tidak pernah melegalisasi hari valentine ini. Buktinya, tidak ada dalam kamus gereja bahwa tanggal 14 pebruari sebagai hari kasih sayang dan juga dalam Al Kitab pun tidak ada ajaran yang berkaitan dengan perayaan valentine.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lalu dari mana tradisi perayaan valentine day muncul? Memang valentine day yang sudah menjadi tradisi dan mengakar di benak para remaja sekarang ini tidak terlepas dari sejarah. Secara histories munculnya perayaan valentine ini merupakaan lambang ketulusan dan keabadian cinta antara dua sejoli di zaman romawi kuno. Yang tetap dikenang dan diperingati sampai saat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Versi alur cerita munculnya perayaan valentine day ini pun beragam,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"  &gt; konon &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"  &gt;pada masa Kerajaan Romawi, yang dipimpin Kaisar Claudius II sekitar Abad III masehi, saat itu Kerajaan Romawi sering terlibat dalam kampanye perang berdarah antar kerajaan . kemudian banyak kaum lelaki yang enggan bergabung sebagai kesatuan militer kerajaan, mereka beralasan peperangan adalah sama dengan mendatangi kematian. karena mereka lebih mencintai istri dan keluarganya maka mereka memutuskan untuk tidak ikut berperang. Kaisar pun tidak tinggal diam, ia kemudiam melarang perkawinan dan tidak mengijinkan perkawinan para pemuda, dengan harapan para pemuda tersebut bisa bergabung menjadi bala tentara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin: 5pt 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"  &gt;Di tengah kesewenang-wenangan Penguasa Romawi tersebut, Seorang pemuda yg bernama Valentinos atau orang yg bernama Valentine mempertahankan percintaan dengan kekasihnya bahkan dia melaksanakan perkawinan dengan sembunyi-sembunyi kendati Sang Kaisar melarang hal tersebut. Namun sayang, berita tentang perkawinannya tercium juga oleh Sang Kaisar, Seketika itu valentine di tangkap kemudian di penajara hingga dia meninggal tanggal 14 Pebruari 270 Masehi. Dan nama valentine diambilkan dari nama pemuda yang dengan berani menentang penguasa romawi tersebut "valentinos" untuk mengenang perjuangannya dalam mempertahankan kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Di versi yang lain, diceritakan bahwa ada dua sejoli yang menjalin hubungan asmara . Keduanya saling mencintai sehingga tidak bisa dipisahkan lagi karena sekian lama jalinan kasih itu di rajut membuat keduanya "&lt;i&gt;mabuk kepayang"&lt;/i&gt;. Kuat dan dalamnya ikatan cinta menjadi dorongan utama kedua sejoli untuk menemuai pastur di roma Italia, yang bernama Valentino. Mereka meminta sang pastur agar merestui hubungan mereka karena kedua orang tua mereka tidak menyetujui hubungan tersebut. Melihat begitu kuat jalinan cinta kasih mereka, hati sang pastur pun luluh dan ahkirnya merestui hubungan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Namun, sungguh malang nasib sang pastur. Tindakanya menimbulkan reaksi dari beberapa pastur yang lain karena di klaim melanggar aturan aturan yang ada. Akhirnya pihak gereja memutuskan untuk mengghukum pastur Valentino dan tepat pada tanggal 14 pebruari sang pastur di bunuh, karena telah memperjuangnkan sebuah jalinan cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kendatipun dua versi yang berbeda akan tetapi pada esensinya sama yakni perayaan valentine merupakan lambang jalinan cinta kasih sepasang kekasih yang romantis. Kemudian kurang lebih dua abad setelah terbunuhnya Valentino, orang orang merayakan hari kasih sayang ini dengan nama Valentine day.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pro dan kontra seputar Valentine Day&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Seperti yang kita ketahui bahwa perayaan Valentine Day adalah merupakan tradisi orang orang bangsa Romawi Kuno yang diperingati setiap tanggal 14 pebruari. Di moment inilah mereka mengungkapkan kasih sayang terhadap antar sesama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Valentine Day dalam artian suatu moment untuk mencurahkan kasih sayang kepada sesame. sebenarnya boleh boleh saja tapi secara luas bukan secara khusus. Dalam islam pun kasih mengasihi sesama manusia sangat di anjurkan.&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Bahkan tidak terbatas pada saudara, sanak famili, dan kerabat. Tapi juga untuk insan seagama dan seiman. Hal ini di pertegas dengan hadist Nabi SAW. &lt;i&gt;"orang-orang yang menyayangi sesamanya, akan di sayangi oleh Yang maha pengasih, berilah kasih sayang pada semua mahluk dibumi. Maka semua makhluk di langit juga akan memberi kasih sayang pada kalian".&lt;/i&gt; Dan juga dalam hadist yang laen &lt;i&gt;" tidak sempurna iman seseorang hingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Hadits di atas, tidak hanya dianjurkan untuk saling menyayangi sesama muslim. Bahkan semua mahluk yang ada di bumi termasuk non muslim, binatang,jin dll. Ini sesuai dengan misi islam sebagai agama &lt;i&gt;Rahmatan lil alamin&lt;/i&gt; ( pembawa rahmat untuk seluruh alam semesta ). Jadi bukan mengkhususkan menyayangi "pacar" yang secara syariat tidak diperbolehkan berhubungan antara lawan jenis sebelum ada ikatan resmi, tapi menyayangi semua muslim dengan caranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dalam masalah ibadah kita tidak boleh mengikuti tradisi mereka karena meyangkut dengan keimanan. Hal ini sudah jelas dan tidah perlu lagi diperdebatkan. Akan tetapi masalah &lt;i&gt;Adah&lt;/i&gt; (tradisi) perlu adanya kajian lebih lanjut karena perayaan Valentine Day hanya merupakan sebuah tradisi bukan ritual keagamaan. Apalagi esensi dari perayaan itu sendiri adalah kasih sayang yang merupakan anjuran syar'i. bukan berbuat mesum atau sesuatu yang mendekatkan kita pada perzinaan yang jelas dilarang Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lebih lanjut, Dr Mahmud Syaltut mengatakan bahwa ihtifal " perayaan" di bagi dua : &lt;i&gt;Pertama, ihtifal diniy&lt;/i&gt; (perayaan yang berkaitan dengan ibadah) maka pelaksanaan ihtifalnya harus berdasarkan dalil. &lt;i&gt;Kedua, ihtifal&lt;/i&gt; &lt;i&gt;A'iliyah wal qoumiyah&lt;/i&gt; (perayaan yang di lakukan di keluarga atau kelompok) perayaan ini boleh kita melakukanya kapan saja. Dari sini perayaan valentine day bisa di golongkan perayaan model yang kedua yakni perayaan yang hanya bersifat kemanusiaan sehingga boleh dilakukan kapan saja termasuk pada tanggal 14 pebruari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Tapi sayang, perayaan Valentine day yang di gandrungi para kaum remaja sekarang tidak suci lagi, bahkan sudah disalah gunakan dengan melakukan kemaksiatan. Tidak jarang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"  &gt;moment ini diisi dengan aktivitas mesum seperti berduaan / khalwat antara lawan jenis, saling berciuman, berpegangan tangan, kadang dilakukan dengan ramai-ramai campur baur laki dan wanita non mahram, disertai dengan alunan musik disco, saling merayu dll.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; Yang semua aktivitas ini,secara tegas islam melarangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Berbeda halnya jika hanya terbatas pada kirim-kiriman salam , memberi coklat atau kartu ucapan Valentine.di kalangan para ulama terjadi perselisihan dalam menyingkapi persoalan ini. Hal itu berangkat dari sebuah ayat yang artinya " &lt;i&gt;Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan , maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa)".&lt;/i&gt;(QS.An-Nisa : 86)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Secara tekstual ayat ini tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan akan tetapi setelah ada hadis yang berfungsi sebagai &lt;i&gt;mubayyin&lt;/i&gt; ayat tersebut maka dari sini timbul silang pendapat di kalangan ulama menjadi tiga kelompok&lt;i&gt;. Pertama&lt;/i&gt;, As-Syafiiyah berpendapat orang laki-laki boleh mengucapkan salam kepada perempuan. Begitu juga sebalikanya. Berdasarkan hadist Ummi Hani setelah penaklukkan Mekah yang diriwayatkan Al Bukhori. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;, kelompok Malikiyyah, mereka membedakan antara kaum remaja dan &lt;i&gt;ajuz&lt;/i&gt; (orang jompo). Untuk ABG tidak boleh mengirim salam pada lain jenis. Sebagai antisipasi agar tidak terjerumus pada hal hal yang dilarang syara'. Sementara mengirim salam pada orang yang sudah jompo diperbolehkan karena kemungkinan untuk melakukan zina sangat kecil. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; kelompok Al Hanafiyah berpendapat bahwa wanita tidak boleh memulai mengucapkan salam kepada perempuan kecuali mahramnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Dari ketiga argument berorentasi pada kebolehan mengirim salam antar lawan jenis dengan syarat tidak dilanjutkan dengan perbuatan yang dilarang syara' seperti berkhalwat dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Dari sini, maka mengirim kartu Valentine day dapat di analogikan pada hukum mengirim salam. Dengan catatan, tujuannya murni sebagai ungkapan kasih sayang bukan yang lainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Maka dari itu, kita sebagai remaja muslim sebaiknya tidak ikut-ikutan tradisi yang berkembang di Barat ini, yang memang tidak ada korelasinya sama sekali dengan syariat islam. Karena islam mempunyai karekteristik peradaban yang berbeda dengan peradaban Barat. &lt;i&gt;Toh,&lt;/i&gt; mengungkapkan rasa kasih sayang terhadap sesama dalam islam tidak terbatas pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu, tempat, dan obyek bahkan kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja termasuk kepada semua mahluk yang ada di muka bumi ini kita harus mampu menebar kasih sayang antar sesama, karena Islam sebagai agama &lt;i&gt;Rahmatan Lil Alamin.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Sebuah pesan akhir dari penulis untuk saudara-saudara muslim , untuk merenungi firman &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"  &gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; yang berbunyi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"  &gt;: &lt;i&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawaban (QS. Al Isra':36)”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Wallahu A'lam Bisshowab !!!!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span class="email"&gt;ahmad kamil" &lt;rheca_yaman@yahoo.com&gt;&lt;/rheca_yaman@yahoo.com&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed; font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span class="email"&gt;10 February 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6039020869101144419-5650699187770715920?l=zichablog92.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zichablog92.blogspot.com/feeds/5650699187770715920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/valentine-day-dalam-persimpangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/5650699187770715920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6039020869101144419/posts/default/5650699187770715920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zichablog92.blogspot.com/2009/02/valentine-day-dalam-persimpangan.html' title='VALENTINE DAY DALAM PERSIMPANGAN'/><author><name>Akhmad Ghozi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475358266767647284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZBnRX6WihI/AAAAAAAAABI/M3dOwqYv_1s/S220/ahmad.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h_V3ALcwWi0/SZPiIPA0iQI/AAAAAAAAACA/lzekl0VTKIE/s72-c/valentine-day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
